Labels

7.1.13

Contoh Presentasi dan Alasan Membuatnya

Contoh Slide Presentasi Yang Baik dan Alasan Penggunaannya

Seperti apa contoh slide presentasi yang baik ? Disini dijelaskan  hal-hal yang harus diperhatikan dalam membuat slide sehingga memberi hasil optimal untuk membantu kesuksesan sebuah presentasi. Sebagaimana dijelaskan M.Noer berikut ini


Seeing is believing. Untuk memudahkan memberi jawaban, saya akan menggunakan contoh beberapa slide aktual yang saya pakai dalam presentasi kepada khalayak dan mengapa slide tersebut digunakan. Saya menggunakan studi kasus presentasi berjudul: “Building Learning Culture Towards A Learning Organization” yang disampaikan pada seminar Himpunan Pengelola Sumber Daya Manusia Indonesia (HPSMI) dan beberapa seminar lainnya.


Slide Pertama: Pembukaan Yang Kuat Dengan Kutipan

Slide berikut adalah pembukaan berupa kutipan dari Alvin Toffler. Fungsi slide ini untuk memberi pembukaan yang kuat (impactful) sekaligus memperkuat tema yang dibahas. Slide ini membantu menegaskan bahwa proses belajar (learning) adalah suatu keharusan baik buat individu maupun organisasi. Perhatikan slide seperti ini harus mudah dibaca dan jika diperlukan bisa diberi penekanan pada frase khusus dengan warna yang berbeda, diberi cetak miring atau tebal.


Slide Kedua: Latar Belakang Yang Visual

Slide ini memberi pengantar atau latar belakang mengapa sebuah organisasi perlu terus belajar. Perhatikan bahwa slide ini sebenarnya sangat sederhana. Versi simpel-nya adalah dengan membuat bulleted list. Namun dengan mengubahnya menjadi gambar visual Anda dapat membuatnya lebih baik dan memberi kesan kuat bagi audiens. Jika ingin memberi gambar, usahakan gambar yang digunakan memiliki hubungan dengan teks yang mendampingi. Jika tidak, audiens akan bingung dan berusaha mencari asosiasi antara gambar dengan teks sehingga perhatian mereka teralihkan dari Anda sebagai presenter.


Slide Ketiga: Pembahasan Yang Lengkap

Slide berikut cukup kompleks karena banyaknya teks yang muncul. Slide seperti ini bisa disederhanakan hanya dengan menampilkan komponen kunci tanpa deskripsi. Namun dengan mempertimbangkan agar slide ini mudah dibaca kembali oleh audiens maka deskripsi ringkas tetap diberikan. Saya menggunakan model segi lima untuk memberi penekanan bahwa seluruh komponen dalam sebuah Learning Organization adalah setara dan sama pentingnya.


Slide Keempat: Diagram Komponen Yang Saling Berhubungan

Dalam slide berikut dijelaskan 3 komponen penting agar tercipta budaya sharing di perusahaan yakni:
  • Kontributor
  • Audiens
  • Media sharing
Slide ini juga bisa dibuat sangat sederhana hanya dengan bullet list seperti di atas. Akan tetapi dengan membuat diagram sederhana akan memberi dampak lebih kuat secara visual karena audiens akan melihat ketiganya saling berhubungan. Jika yang satu tidak ada maka akan membuat yang lain tidak maksimal. Perhatikan pula deskripsi ringkas dari masing-masing komponen untuk memudahkan audiens memahaminya.


Slide Kelima: Kesimpulan Dengan Penekanan Kata Kunci

Slide berikut adalah slide yang sangat sederhana dan menyimpulkan isi presentasi. Slide ini menggunakan bullet list standar. Jika Anda perhatikan, sebenarnya slide ini kurang memenuhi kaidah maksimum 7 baris. Namun karena daftar tersebut akan sangat tanggung jika dipecah dalam dua slide maka saya paksakan namun tetap mempertahankan kalimat sependek mungkin dan mudah dibaca oleh audiens yang duduk paling jauh. Perhatikan pula model bullet list bisa diperkuat dengan memberi penekanan tertentu pada kata-kata kunci. Dalam beberapa hal, Anda bahkan dapat menuliskan hanya kata kuncinya saja dalam slide dan memberikan penjelasan ketika presentasi disampaikan.


Slide Keenam: Penutup Yang Ringkas dan Mudah Diingat

Slide terakhir digunakan untuk memberi penutup yang kuat dan menyimpulkan keseluruhan presentasi dalam bahasa sederhana:
  • I learn – I share – I grow
  • Knowledge menciptakan Performance menghasilkan Sustainable Growth
Penggunaan diagram panah berputar yang saling berhubungan berguna untuk memberi efek visual kepada audiens bahwa komponen sebelumnya akan menjadi pendorong terciptakan komponen selanjutnya dan ini akan terus berulang seperti sebuah siklus.
Itulah beberapa slide yang saya pakai dan alasan penggunaannya. Jika Anda akan membuat slide presentasi, hal pertama yang harus ditanyakan adalah:
  • Apakah saya memerlukan slide tersebut?
  • Apakah slide tersebut mendukung apa yang akan saya sampaikan dalam presentasi?
  • Bagaimana agar slide tersebut ringkas, sederhana, namun memiliki dampak yang kuat buat audiens?
  • Apakah sebaiknya dibuat dalam bentuk bulleted list, diagram, chart, gambar atau lainnya?
Selamat menyusun slide untuk membantu Anda memberikan presentasi yang mengesankan. Semoga contoh di atas memberi inspirasi dan ide buat Anda. Terima kasih buat pembaca blog ini yang bertanya tentang hal tersebut sehingga memberi saya ide menuliskannya.



http://www.muhammadnoer.com/

Contoh Bahan Presentasi

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | Best Buy Printable Coupons